Dutaislam.or.id - Setelah tahap pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diumumkan oleh Menkoplhukam Jenderal (Purn) Wiranto pada Senin (08/05/2017), maka masyarakat harus bergerak cepat membantu pemerintah agar proses dilanjutkan ke Kemdagri lalu meminta penetapan pengadilan lalu ditetapkan pembubarannya melalui Kemenkumham.
Paling tidak, pelarangan HTI sudah membuat lega sebagian besar masyarakat yang menginginkan NKRI tetap tumbuh tanpa benalu. Dengan adanya pembubaran HTI, aparat tidak bisa mengjinkan kegiatan HTI berkeliaran kemana-mana seenaknya. Polisi tentu akan ragu untuk memberi ijin kegiatan mereka dengan baju HTI.
Karena itulah, warga negara Indonesia harus membantu agar HTI tidak nekad atas kampanye khilafah dan anti NKRI nya di wilayah Indonesia. Cara yang bisa dilakukan adalah, antara lain:
- Bersihkan masjid-masjid dan mushalla serta kampus dari buletin Jumat bernama Al-Islam terbitan Hizbut Tahrir Indonesia.
- Masyarakat peduli NKRI juga berhak melarang segala bentuk publikasi baik buku, jurnal atau media (online/cetak/elektronik) yang mengampanyekan khilafah ala HTI dimanapun berada.
- Masyarakat berhak membubarkan kegiatan HTI, sebagaimana membubarkan kegiatan atas nama PKI tanpa harus melapor kepada aparat.
- Warga Indonesia juga berhak untuk mencabut segala atribut HTI, baik berbentuk bendera atau banner provokasi yang mengajak makar kepada NKRI, tanpa laporan tentunya.