KH Munif Zuhri |
Dutaislam.or.id - Mbah Hasyim ketika mendirikan NU didatangi Rasulullah sampai enam kali. Tidak cuma sekali, dua kali, tiga kali, tapi enam kali.
Sebab apa? Sebab Rasulullah sangat ridho terhadap berdirinya NU di Negeri ini, yang diharapkan bisa menjaga agama dan memperbaiki negara.
Maka bagi saya NU itu bukan hanya organisasi keagamaan kemasyarakatan, tetapi NU itu sudah agama, tidak NU neraka. Soal ada selain NU kok masuk surga itu ditolong oleh orang NU, gitu saja.
Dalam benak saya, saya tidak masuk di pengurusan struktural NU, karena menyadari sudah sangat beruntung menjadi warga NU. Maka saya berharap, saya tidak usah menjadi apa-apa, saya cukup senang, saya cukup bangga, menjadi butiran debu yang menempel di tiang bendera NU yang tidak sempat terusap sampai kiamat.
Umur saya juga tidak lama lagi. Saya ingin habiskan untuk NU, meskipun saya berdiam di rumah, saya doakan NU. NU darah saya.
Semoga ini akan bisa mendasari semua warga nu di pelosok negeri. [dutaislam.or.id/gg]
Keterangan: Ditranskrip dan diterjemahkan dari mauidzoh KH Munif Zuhri dalam acara pembukaan Konferwil PWNU Jateng, 7 Juli 2018.
Sumber: NU Jateng
Sebab apa? Sebab Rasulullah sangat ridho terhadap berdirinya NU di Negeri ini, yang diharapkan bisa menjaga agama dan memperbaiki negara.
Maka bagi saya NU itu bukan hanya organisasi keagamaan kemasyarakatan, tetapi NU itu sudah agama, tidak NU neraka. Soal ada selain NU kok masuk surga itu ditolong oleh orang NU, gitu saja.
Dalam benak saya, saya tidak masuk di pengurusan struktural NU, karena menyadari sudah sangat beruntung menjadi warga NU. Maka saya berharap, saya tidak usah menjadi apa-apa, saya cukup senang, saya cukup bangga, menjadi butiran debu yang menempel di tiang bendera NU yang tidak sempat terusap sampai kiamat.
Umur saya juga tidak lama lagi. Saya ingin habiskan untuk NU, meskipun saya berdiam di rumah, saya doakan NU. NU darah saya.
Semoga ini akan bisa mendasari semua warga nu di pelosok negeri. [dutaislam.or.id/gg]
Keterangan: Ditranskrip dan diterjemahkan dari mauidzoh KH Munif Zuhri dalam acara pembukaan Konferwil PWNU Jateng, 7 Juli 2018.
Sumber: NU Jateng