![]() |
Dompet Dhu'afa. Foto: Istimewa. |
Dutaislam.or.id - Aksi 22 Mei lalu merupakan aksi politik. Keterlibatan Dompet Dhu'afa dalam aksi tersebut dinilai kurang tepat.
Baca juga: Dompet Dhuafa Disebut Partisan 02 yang Anggotanya IM, HTI, PKS dan Pembenci NU
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Menurut Kiai Cholil aksi 22 Mei sarat politik. Sehingga apapun alasan Dhompet Dhu'afa, kata Kiai Cholil, pasti akan terkesan partisan.
Di sisi lain, lanjut Kiai Cholil, peserta aksi bukanlah bagian dari kaum Dhu'afa. Resiko yang terjadi dalam aksi juga dicover oleh pemerintah.
"Menurut saya pribadi, tak setuju Dompet Dhu’afa hadir di acara demo 22 Mei lalu itu krn sarat politik. Apapun alasannya pasti terkesan partisan. Dan, yang demo itu bukan para dhu’afa sebagaimana nama lembaga itu maksudkan. Apalagi itu resiko negara yang bisa dicover oleh uang pemerintah," kata Kiai Cholil, melalui akun Twitternya, Ahad (26/05/2019).
Sebelumnya, Dhompet Dhu'afa dipertanyakan netralitasnya karena terlibat dalam aksi 22 Mei 2019 lalu. Keterlibatan Dhompet Dhu'afa menyebabkan ada dugaan pengeroyokan oleh aparat pada anggota yang menjadi tim medis saat kerusuhan yang terjadi.
Dari kejadian itu, netralitas Dompet Dhu'afa dipertanyakan. Dompet Dhu'afa disinyalir kuat mendukung capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi. [dutaislam.or.id/pin]
Baca juga: Dompet Dhuafa Disebut Partisan 02 yang Anggotanya IM, HTI, PKS dan Pembenci NU
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Menurut Kiai Cholil aksi 22 Mei sarat politik. Sehingga apapun alasan Dhompet Dhu'afa, kata Kiai Cholil, pasti akan terkesan partisan.
Di sisi lain, lanjut Kiai Cholil, peserta aksi bukanlah bagian dari kaum Dhu'afa. Resiko yang terjadi dalam aksi juga dicover oleh pemerintah.
"Menurut saya pribadi, tak setuju Dompet Dhu’afa hadir di acara demo 22 Mei lalu itu krn sarat politik. Apapun alasannya pasti terkesan partisan. Dan, yang demo itu bukan para dhu’afa sebagaimana nama lembaga itu maksudkan. Apalagi itu resiko negara yang bisa dicover oleh uang pemerintah," kata Kiai Cholil, melalui akun Twitternya, Ahad (26/05/2019).
Menurut saya pribadi, tak setuju Dompet Dhu’afa hadir di acara demo 22 Mei lalu itu krn sarat politik. Apapun alasannya pasti terkesan partisan. Dan, yg demo itu bukan para dhu’afa sbgmn nama lembaga itu maksudkan, apalagi itu resiko negara yg bisa dicover oleh uang pemerintah.— cholil nafis (@cholilnafis) May 26, 2019
Sebelumnya, Dhompet Dhu'afa dipertanyakan netralitasnya karena terlibat dalam aksi 22 Mei 2019 lalu. Keterlibatan Dhompet Dhu'afa menyebabkan ada dugaan pengeroyokan oleh aparat pada anggota yang menjadi tim medis saat kerusuhan yang terjadi.
Dari kejadian itu, netralitas Dompet Dhu'afa dipertanyakan. Dompet Dhu'afa disinyalir kuat mendukung capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi. [dutaislam.or.id/pin]