![]() |
Doa meminta agar meninggal husnul khatimah dan tidak mati menyedihkan. Foto: istimewa. |
Dutaislam.or.id - Perlu diketahui penentuan baik buruknya kita bukan pada permulaan, tapi pada akhiran. Mengapa? Kunci keselamatan dunia dan akhirat hanya pada saat meninggal dunia. Apakah khusnul khatimah atau su'ul khatimah? Apabila khusnul khatimah insyaAllah selamat.
Salah satu ciri meninggal husnul khatimah adalah mengucapkan kalimat syahadat di akhir hayatnya. Nabi Muhammad Saw. bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ
Artinya:
"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat ‘Laa Ilaha Illa Allah’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga". (HR. Abu Daud).
Mati khusnul khatimah termasuk meninggal dunia yang baik. Jaminannya adalah surga. Maka banyak orang berharap mati husnul khatimah.
Kunci agar kita diberi khusnul khotimah adalah selalu berharap rahmat Allah Swt. Rahmat artinya adalah kasih sayang. Apabila kita suka mengharap itu, Allah Swt akan suka karena orang yang mengharapkan rahmat Allah Swt tidak mengandalkan amalnya, namun rahmat-Nya.
Amal tidak jaminan masuk surga. Yang menentukan masuk surga hanya Allah Swt. Dengan rahmatNya kita akan selamat. Baca: Doa Agar Selamat dari Siksa Kubur dan Terhindar dari Fitnah Dajjal.
Zaman dulu ada orang ahli ibadah namanya Barseso. Muridnya banyak dan sangat sakti. Tapi apa yang terjadi, beliau mati dalam keadaan su'ul khatimah. Jadi amal tidak jaminan. Hanya rahmat Allah Swt sajalah kunci keselamatan dunia akhirat.
Karena itulah, agar terhindar dari mati mengerikan, ada doa yang bisa diamalkan, yakni:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Baca:
Allahumma Innii A’uudzu Bika Minat Taroddi Wal Hadmi Wal Ghoroqi Wal Hariiqi, Wa A’uudzu Bika An-Yatakhobbathonisy Syaithoonu ‘Indal Mauti, Wa A’udzu Bika An Amuuta Fii Sabiilika Mudbiron, Wa A’udzu Bika An Amuuta Ladiigho.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat".
Di antara doa husnul khatimah yang diajarkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an adalah doa golongan ulul albab, yaitu firman Allah:
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Artinya:
"Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan rasul) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!”, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan". (QS. Ali Imran: 193)
Doa husnul khatimah lainnya dalam Al-Qur’an adalah doa nabi Yusuf as. yang sangat baik apabila selalu kita rutinkan:
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْأخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
Baca:
Rabbi qad aataitanii minal mulki wa'allamtanii min ta'wiilil ahaadiitsi faathiras-samaawaati wal ardhi anta walii-yii fiiddunyaa wal-aakhirati tawaffanii musliman wa-alhiqnii bish-shaalihiina
Artinya:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh. (QS. Yusuf: 101).
Dari atsar, ada juga do’a agar husnul khatimah yang populer, sebuah atsar yang diriwayatkan dari seorang tabi’in bernama Hasan Al-Bashri, yakni:
اَللهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِىْ وَخَيْرَ عَمَلِىْ خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَ اَيَّامِىْ يَوْمَ لِقَآئِكَ
Baca:
Allahummaj’al Khaira ‘Umrii Wa Khaira ‘Amalii Khawaatimahu, Wa Khaira Ayyaamii Yauma Liqaa-Ika
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik amalan kami sebelum ajal (menjemput) kami, dan jadikanlah sebaik-baik hari (bagi) kami adalah hari ketika kami berjumpa dengan-Mu".
Demikianlah jenis doa meminta mati husnul khatimah dari Al-Qur'an dan Atsar Tabi'in. Baca juga: Doa Agar Cepat Bisa Melunasi Hutang yang Menggunung. [dutaislam.or.id/ab]